Senin, 13 Juli 2015

KUNJUNGAN DINAS PERIKANAN JATIM KE KPD-MAKASSAR

Hari ini senin, 13 juli 2015. Kantor Perwakilan Dagang Jawa Timur untuk Sulawesi selatan menerima kunjungan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur. Kedatangan tim dari Dinas Perikanan mendapat sambutan yang hangat dari para pengurus harian kantor. Salah satu tujuan utama kedatangan utusan dari Dinas Perikanan dan Kelautan ini kemakassar dalam rangka untuk menjalin kerjasama serta untuk mencari calon distributor yang bersedia untuk memasarkan produk hasil olahan laut yang berasal dari Jawa Timur dibawah binaan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur.

Salah satu produk olahan hasil laut yang dibawa oleh utusan dari Dinas Perikananan dan Kelautan tersebut adalah abon ikan tuna yang dikemas dalam bentuk saset dengan harga yang relatif dapat bersaing dengan produk sejenis yang telah lebih dulu ada di pasar makassar.

Menurut salah seorang tim dari Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur mengatakan bahwa dari pihaknya bersedia untuk memberikan kemudahan akses terhadap semua produk hasil olahan laut yang ada di Jawa Timur jika ada pengusaha dari Makassar yang ingin menjaling kerja sama dengan pengusaha pengolah hasil laut yang ada di Jawa Timur.

Bagi Anda yang berminat untuk menjadi distributor atau menjadi mitra dari salah satu produk olahan hasil Laut Jawa Timur dapat berkunjung langsung ke Kantor Perwakilan Dagang Jawa Timur-Sulawesi Selatan yang berkedudukan di Jl. Sultan Alauddin No. 78 B Makassar atau dapat memperoleh informasi melalui Layanan telefon di nomor :085 341 860 312 atas nama Sarjayadi.

Senin, 15 Juni 2015

KPD JATIM-SULSEL MENERIMA KUNGJUNGAN STUDY TOUR UNISMUH MAKASSAR

Dalam rangka meningkatkan jumlah pengusaha muda indonesia, maka salah satu cara yang ditempuh oleh para Universitas utamanya yang ada di Sulawesi Selatan yaitu dengan menanampkan pemahaman berwira usaha secara dini bagi mahasiswanya. KPD Jatim-Sulsel dijadikan salah satu tujuan dari Study Tour Mahasiswa Univ. Muhammadiyah Makassar. Salah satu alasan utama pemilihan KPD Jatim-Sulsel menurut  dosen pembimbing kegiatan ini (Bapak Dr. Agussalim HR) mengatakan bahwa : "KPD Jatim-Sulsel merupakan satu-satunya Kantor Perwakilan Dagang yang mempunyai akses penuh kepada pengusaha maupun Supplier produk UKM yang ada di Provinsi Jawa timur, sehingga menurut beliau bahwa mahasiswa yang mempunyai modal usaha yang minim dapat mencoba memesan beberapa produk UKMKM yang ada di Jawa Timur sebagai awal untuk terjun dalam dunia usaha sehingga  mereka dapat mandiri".

Kepala Kantor Perwakilan Dagang Jawa Timur - Sulawesi Selatan (Bapak Haeruddin, SE. MM) menerima dengan baik kedatangan dari rombongan mahasiswa calon wirausahawan muda Universitas Muhammadiyah Makassar. Beliau memberikan pengarahan singkat melalui materi kewirausahaan serta menjelaskan kepada para rombongan bahwa KPD Jatim-Sulsel siap membantu mahasiswa yang membutuhkan link produk-produk yang ada di Jawa Timur. 

Antusiasme para peserta rombongan study tour ini dapat terlihat dari dokumentasi berikut :






Poduksi Beras Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan merupakan daerah yang jumlah penduduknya bermata pencaharian sebagai Petani dan Nelayang yang merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Hal ini memberikan peluang bagi para Pengusaha yang berada di internal Sulsel Maupun yang berada di luar Sulsel untuk melirik hasil produksi dari Petani dan Nelayang Sulawesi Selatan.

Salah satu komoditi unggulang Sulawesi Selatan adalah produksi berasnya. Untuk Sulawesi Selatan sendiri produksi berasnya pertahun memasuki angka di atas 3 Juta Ton/Thn.  Dikutip dari TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Gubernur Syahrul Yasin Limpo (59) optimistis produksi gabah dan beras di Sulsel, di akhir tahun 2015, akan menembus 4 juta ton.
Sekitar 80% produksi beras itu akan disumbang oleh lima kabupaten sentra beras utama beras di Sulsel; Sidrap, Pinrang, Wajo, Soppeng, dan Bone, serta Barru.
Optimisme Syahrul ini merujuk pada panen perdana musim tanam 2014/2015 di bulan Maret, April, dan puncaknya Agustus dan November 2015.
"Saat itu, produksi beras Sulsel sudah setara dengan 4 juta ton," kata Syahrul usai mengikuti panen raya padi bersama Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Pertanian, Euis Saedah, dan Bupati Sidrap Rusdi Masse di Kecamatan Maritengngae, Sidenreng Rappang, Selasa (3/3/2015).
Untuk komoditas unggulan dari masing-masing daerah dapat Anda akses di : http://www.kpd.indagjatim.info

Minggu, 29 Juni 2014

Dinas Koperidag Kota Pasuruan B2B di Makassar

Saat ini peran Kantor Perwakilan Dagang (KPD) Jawa Timur Sulawesi Selatan telah menunjukkan eksistensinya dan dari promosi serta gencar dalam menyampaikan pesan-pesan produk dari Jawa Timur, kini giliran pengusaha UKM dari Kota Pasuruan Jawa Timur dihadirkan untuk bertemu dengan para calon distributor di kota Makassar.

Bertempat di Hotel Pavor Makassar, Jl. Lasinrang Makassar, bersama 2o orang pengusaha UKM dari kota Pasuruan juga hadir perwakilan dari Kadin Kota Makassar, desperindag Kota Makassar, dan beberapa pengusaha dari Makassar yang diundang dalam mengikuti acara tersebut.

Dan hadir pula Ketua Kadin Kota Pasuruan bersama beberapa staf dari Koperidag Kota Pasuruan, intinya dari pertemuan tersebut, Ibu Kepala Dinas sangat terkesan dari pertemuan tersebut, dan memperkenalkan kepada seluruh hadirin undangan bahwa peran KPD. Jawa Timur di Sulawesi Selatan sangat berperan dalam mensukseskan acara ini. dan tak pula juga berterima kasih atas atensi dari seluruh undangan yang hadir dalam pertemuan tersebut.


Sabtu, 08 Maret 2014

KPD.Jatim SulSel Promosi ke PTN/PTS Sulsel

Bimtek Kewirausahaan Angkatan I-Hotel Bahagia Makassar
Dalam rangka mengembangkan peran dan misi Kantor Perwakilan Dagang (KPD) Sulawesi Selatan, salah satu dari sekian banyak program promosi untuk tahun 2014, adalah memasuki kampus-kampus melalui pelatihan kewirrausahaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah melalui SKPD dan Kadin Sulawesi Selatan. Untuk tahun ini, pelatihan kewirausahaan yang melibatkan Kadin Sulawesi Selatan dan Konsultan Kadin yang juga adalah Kepala Kantor KPD. Jatim Sulawesi Selatan, telah menyelesaikan pelatihan 2 angkatan pada bulan Februari 2014 bertempat di Hotel Bahagia Jalan Buru Makassar bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Sosialisasi keberadaan KPD. Jatim Sulawesi Selatan telah disampaikan kepada 15 PTN/PTS Sulawesi Selatan dan keberadaan produk-produk kreatif dari UKM Jatim juga dipromosikan, dan kurang lebih 100 peserta angkatan I dan II diundang untuk mendatangi kantor KPD. Jatim di Sulawesi Selatan. 

Bimtek Kewirausahaan Angkatan II - Hotel Bahagia Makassar
Pelatihan Kewirausahaan ini diselenggarakan tahun 2014 sampai dengan angkatan IV, yang rencana penyelenggaraannya dilaksanakan bulan Maret 2014, tanggal 18-19 Maret 2014 bertempat di Hotel yang sama. Insya Allah KPD. Jatim Sulawesi Selatan dalam jangka waktu dekat akan dikenal di dunia kampus terutama kepada Mahasiswa Wirausaha Mandiri di Sulawesi Selatan. Sosialisasi dan promosi ini terus digalakkan  terutama kepada kalangan Mahasiswa dan Perguruan Tinggi, dan juga SKPD di Sulawesi Selatan, semoga saja kegiatan promosi ini memberikan dampak dan konstribusi dalam meningkatkan perdagangan kepada kedua provinsi mitra yakni Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, ungkap Haeruddin sebagai Kepala KPD. Jatim Sulawesi Selatan.


Minggu, 16 Februari 2014

Jepang Lirik Padi Organik di Malino Gowa

Sindo, Senin, 17 Februari 2014

Sungguminasa - Investor Jepang kembali menyatakan ketertarikannya menanamkan investasi di Sulsel. Kali ini, mereka membidik kawasan wisata di Malino.

Investor dan ilmuan Jepang yang tergabung dalam Association of Medical Doctors of Asia (AMDA) Internasional, menyatakan terpikat ingin mengembangkan padi organik di Malino, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa. Presiden AMDA Internasional, Shigeru Suganami, mengaku pihaknya ingin mengembangkan padi di Malino, mengingat jenis tanah di wilayah tersebut, sangat prodoktif dan subur. Sehingga, sangat potensial bisa ditanami padi organik. 
" Malino sangat potensial menanam padi, Makanya kami akan bekerjasama dalam pengembangan tanaman padi organik tersebut," tandas, Shigeru, saat bertemu dengan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo di Malino, Tinggimocong kemarin. 

Saat meninjau lokasi di Malino, Shigeru didampingi perwakilan AMDA Indonesia, Prof. Dr. Husni Tanra, Rektor Universitas Provinsi Okayama Prof Hideaki Tsuji, Universitas Okayama Yusui Fukuda, serta dari AMDA Japan Kenji Sakamoto, dan Nozomi Yamazaki. Ketua AMDA Indonesia, Husni Tanra  mengatakan, masyarakat Jepang saat ini lebih banyak mengkonsumsi tanaman organik, dan sudah dilakukan beberapa tahun. Menurut dia, peluang penanaman padi organik harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Gowa. " Tanaman ini cukup potensial dikembangkan, karena sudah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan,". Dia berharap, ketertarikan Jepang bisa segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerjasama. Sebab, jika itu berhasil dilakukan maka ke depan, masyarakat punya tanaman lain yang bisa dimassifkan produktivitasnya. 

Sekadar diketahui, cara budidaya padi organic menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI). Metode ini merupakan suatu inovasi dalam teknik budidaya padi. Dibeberapa tempat, SRI dilaporkan telah berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat. Pada organik mulai berbunga 2-3 bulan, dan bisa dipanen rata-rata pada umur sekitar 3,5 sampai 6 bulan, tergantung jenis dan varietasnya. Pada luasan lahan 200 meter persegi, untuk padi yang berumur pendek (3,5 bulan) biasanya diperoleh 2 kwintal gabah basah, setara dengan 1, 5 kwintal gabah atau 90 kg beras.